Berita Metropolitan – Pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono masih menuai kontroversi karena dianggap sebagai boneka politik.
Hal tersebut lantaran prestasi yang sangat gemilang dari Agus sangat sayang kalau ditinggalkan hanya untuk memenuhi ambisi politik semata.
Pengamat politik yang berasal dari LIPI, Ikrar Nusa Bhakti menganggap bahwa Agus Harimurti Yudhoyono masih terlalu cepat untuk ditarik ke dunia politik.
Agus Harimurti Yudhoyono.
Hal tersebut lantaran untuk Agus merupakan perwira menengah dengan pangkat mayor infanteri yang punya karier cukup panjang di kemiliteran.
“Agus masih sangat muda, tak punya pengalaman politik apa pun, dan tak juga punya pengalaman militer yang cukup tinggi diajukan jadi cagub DKI Jakarta,” ucap Ikrar dikutip Berita Metropolitan.
Mantan Gubernur dari Militer
Ikrar melakukan perbandingan dengan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya yang juga berasal dari kalangan militer, Ali Sadikin, Tjokro Panolo sampai dengan Sutiyoso.
Ali Sadikin.
Mereka semua menjadi seorang Gubernur DKI Jakarta dengan modal yaitu pangkat Letnan Jenderal.
SBY dianggap ngaco
“Buat saya ngaco saja sih. Dia mau jadi panutan, panutan apa anak masih ingusan gitu. Apa warga Jakarta memercayai pengelolaan Jakarta dengan seorang yang masih berpangkat mayor?” ketus Ikrar.
Ikrar menganggap kalau Agus telah mengambil sebuah keputusan dengan pertaruhan yang sangat besar dengan meninggalkan kariernya di militer dan terjun ke dunia politik.
Hidup dan Mati Karier Agus
Bila sukses di pertarungan Pilgub DKI Jakarta, mungkin karier Agus bakal punya peluang untuk bisa menjadi capres.
Tetapi, dirinya sangat pesimis dengan hasil yang baik untuk Agus karena dengan pangkat yang minim, pengalaman yang minim, dan hal lain yang serba minim, Agus bisa mengalahkan Ahok.
“Dalam demokrasi, butuh sistem kaderisasi berdasarkan merit sistem. Di Amerika, tidak ada masih berpangkat rendah maju jadi pemimpin. Tidak ada yg berpangkat rendahan. Dalam militer senioritas itu penting,” terangnya.
Agus melawan Ahok
Ikrar mengatakan untuk Agus yang telah berpasangan dengan Sylviana Murni harus bisa menghadapi pasangan Gubernur Ahok dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat yang punya elektabilitas cukup tinggi. Bahkan, kinerja keduanya telah terbukti dalam memimpin Ibu Kota DKI Jakarta.
“Sekarang apa yang bisa ditawarkan Agus dan Sylviana karena membangun Jakarta baru itu baru benar-benar dilaksanakan secara revolusioner di bawah Ahok-Djarot dan sebelumnya Jokowi-Ahok,” jelasnya.
Penulis: Teresia
Posting Komentar