Berita Metropolitan – Pencalonan dari Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon gubernur yang bakal melawan Gubernur Ahok masih menjadi polemik.
Agus dipasangkan dengan Sylvina Murni yang juga merupakan anak buah dari Ahok. Hal tersebut diputuskan oleh koalisi poros tengah yang sudah mengeluarkan pengumuman resminya.
Banyak kalangan yang merasa sangat terkejut dengan keputusan yang dianggap telah membunuh karier dari Agus Harimurti Yudhoyono di akademisi militer.
Ahok dan Agus Harimurti.
Hal tersebut lantaran Agus harus mengundurkan diri dari perwira TNI kalau memang ingin mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah.
Bila dibandingkan, Ahok tentu jauh lebih unggul dibanding dengan Agus yang memang baru saja terjun di dunia politik.
1. Ahok sudah terjun di dunia politik sejak lama
Ahok.
Kalau mengingat tentang perjalanan panjang karir politik Ahok, tentu Agus tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Ahok.
Ahok terjun ke dunia politik sejak tahun 2004 yaitu dengan bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) sebagai Ketua DPC Partai PIB di Kabupaten Belitung Timur.
Di Pemilu 2014 silam, Ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan berhasil dipilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur pada Periode 2004-2009. Partai PIB merupakan partai politik yang didirikan oleh Alm. Sjahrir.
2. Ahok telah punya lebih banyak pengalaman sebagai Kepala Daerah
Seperti yang sudah diketahui bahwa Ahok merupakan salah seorang yang sangat sukses di Belitung Timur.
Ahok di Belitung Timur.
Ia berhasil menjadi seorang Bupati di Belitung Timur lewat Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK).
3. Ahok lebih populer daripada Agus Harimurti
Siapa yang tidak mengenal sosok Ahok? Sepertinya seluruh masyarakat di Indonesia tentu sudah mengenal siapa Ahok.
Ahok dan Warga.
Ia menjadi sangat populer sejak menjadi cawagub bersama Jokowi yang pada tahun 2012 mengikuti Pilgub DKI Jakarta.
Ahok terkenal dengan ketegasannya dalam memberantas korupsi dan memarahi anak buahnya kalau tertangkap tangan berbuat nakal.
4. Ahok punya 1 Juta KTP sebagai Modal Awal
Bersama dengan Teman Ahok, dirinya berhasil mengumpulkan sebanyak 1 juta KTP warga DKI Jakarta untuk mendukungnya.
Teman Ahok.
Hal tersebut lantaran sebelumnya, Ahok berencana untuk bisa maju di Pilgub DKI Jakarta lewat jalur Independen.
Namun hal tersebut tidak jadi dilakukan karena Ahok memutuskan untuk bisa maju lewat jalur parpol.
5. Ahok didukung 52 Kursi dari 4 Parpol
Sebelumnya, Ahok hanya didukung oleh 3 partai saja yaitu Golkar, NasDem, dan Hanura. Namun, kemarin, pada akhirnya PDI Perjuangan juga turut mendukung Ahok sebagai cagub dan cawagubnya adalah Djarot Saiful Hidayat.
Kursi DPRD.
Dengan begitu, Ahok telah mendapatkan dukungan sebanyak 52 kursi di DPRD DKI Jakarta dengan adanya dukungan dari PDI Perjuangan itu.
Penulis: Derra
Posting Komentar