0











Berita Metropolitan

Indonesia meraih medali pertama pada Olimpiade Rio 2016 yang

disumbangkan lifter putri Sri Wahyuni, Sabtu (6/8/2016) atau Minggu pagi

WIB. 

Yuni yang turun pada kelas 48 kg meraih medali perak setelah berhasil mencatat total angkatan 192 kg.



Medali emas nomor ini jatuh ke tangan Sopita Tanasan. Lifter Thailand ini berhasil melakukan total angkatan 200 kg.



Pada kategori snatch, Yuni berada di urutan kedua. Dia kalah dari Sopita yang berhasil mengangkat beban 92 kg.



Sopita sukses melakukan tiga percobaan angkatan snatch seberat 88 kg, 90 kg, dan 92 kg.



Yuni berhasil mengangkat beban seberat 85 kg. Angkatan ini didapat pada percobaan kedua.



Pada percobaan pertama, Yuni berhasil mengangkat beban 82 kg. Namun,

pada percobaan ketiga atau terakhir, dia gagal mengangkat beban seberat

87 kg.



Pada clean and jerk, Yuni berhasil mengangkat 107 kg pada percobaan pertama. Pada percobaan kedua dia gagal mengangkat 115 kg.



Pada percobaan ketiga, dia kembali gagal mengangkat beban seberat 115 kg. Adapun Sopita mengangkat 108 kg.




Atas keberhasilannya tersebut, Sri berhak mendapatkan bonus sebesar

Rp2 miliar sesuai dengan apa yang dijanjikan pemerintah sebelumnya. Imam

berharap keberhasilan Sri tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet

lainnya.



“Alhamdulillah, awalan yang baik bagi Merah Putih dengan medali

pertama perak dari Sri Wahyuni (Agustiani). Pasti ini menjadi semangat

baru bagi atlet lainnya untuk meraih yang lebih baik. Selamat buat Yuni,

bonus sebesar Rp2 milyar dari pemerintah telah menjadi hakmu. Saya

yakin untuk olimpiade berikutnya Sri Wahyuni akan meningkatkan

prestasinya,” ujar Imam, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima

Okezone, Minggu (7/8/2016).



Medali emas sendiri diraih oleh lifter asal Thailand, Sopita Tanasan

dengan nilai total 200 kg. Sementara atlet asal Jepang, Hiromi Miyaki,

merebut medali perunggu dengan nilai total 188 kg.(kompas & okezone)






Source link



Posting Komentar

 
Top