0







 



Poster Walikota Surabaya, Risma di Jakarta


Berita Metropolitan – Sejak awal Tri Rismaharini Walikota Surabaya tak mau ikut Pilkada DKI, karena

tak mau mengkhianati janjinya pada warga kota Surabaya. Ketum PDIP

Megawati sepertinya memaklumi, tapi elit-elit politisnya terus berlomba

menarik-narik Risma. Ini termasuk parpol lain dan warga Ibukota yang

punya motto ABA (Asal Bukan Ahok). Warga kota Surabaya memang

mempertahankan, kecuali para elit yang berambisi nyagub Jatim. Yang

terakhir ini juga ikut mendorong ke DKI, agar pesaing beratnya hilang.


Kemarin Walikota Risma memerlukan ketemu Megawati di Jakarta.

Intinya, minta pengertian Ketum PDIP dan para elit politiknya, untuk

tidak lagi menyebut-nyebut lagi namanya di bursa Pilgub DKI. Dia akan

tetap fokus pada jabatannya, hingga periodenya habis. Risma sejatinya

memang bukan politisi, sehingga mengkhianati janjinya pada warga

Surabaya itu bukan karakter dirinya.



Warga Surabaya memang sangat keberatan bila Risma pergi, karena

berarti wakil Walikota Sakti Buana akan menggantikannya. Dan penduduk

Surabaya menyangsikan kemampuannya bila memimpin Surabaya. Maka warga

kota bersikap. “Harga mati, Bu Risma tetap Walikota Suroboyo,” kata

spanduk yang bertebaran di Kota Pahlawan sejak kemarin.



Tapi sejumlah tokoh di Surabaya yang berambisi menggantikan Pakde

Karwo, sangat mendorong Risma meninggalkan Surabaya. Sebab dialah

saingan berat satu-satunya di Pilgub Jatim. Jika Bu Wali ikut Pilgub DKI

–entah menang atawa kalah–paling tidak sudah berkurang rivalnya

terberat.



Bagi inkumben Ahok, Risma ikut maju DKI justru diharapkan. Sebab

berulang kali dia mengatakan, Kepala Daerah bagus silakan ke Jakarta

bertarung di Pilgub DKI Februari 2017 mendatang. Ini sangat

menguntungkan bagi warga kota, karena banyak pilihan untuk menentukan

pemimpin Jakarta 2017-2022.



Maka sejalan dengan maunya Risma, Presiden Jokowi pernah memberi

petunjuk, atau menurut petunjuk Presiden Jokowi; barang bagus jangan

diadu dengan barang bagus, nanti bakal rusak salah satunya. 


Karenanya,

biarkan barang bagus itu berkembang di daerahnya masing-masing.

Ketimbang kadung ikut Pilgub DKI dan kalah, akan rusak selamanya. Sekali

lancung ke ujian, seumur hidup orang takkan percaya.(poskotanews.com)






Source link



Posting Komentar

 
Top