Berita Metropolitan – Presiden Jokowi telah memimpin rapat untuk alokasi dana APBN di sektor pendidikan dan kesehatan.
Ia kembali mewanti-wanti dan melakukan perombakan supaya alokasi dana dapat tepat sasaran.
“Saya menekankan agar akses siswa terutama siswa miskin betul-betul memperoleh pendidikan dan menjadikan ini sebuah prioritas. Untuk itu saya minta Mendikbud menuntaskan distribusi Kartu Indonesia Pintar dan pastikan bahwa kartu tersebut betul-betul menjangkau siswa-siswa miskin dan tepat sasaran,” ucap Jokowi dikutip Berita Metropolitan.
Jokowi.
Untuk anggaran pendidikan, bukan hanya tertuju pada itu saja. Namun, infrastruktur dari pendidikan juga harus mendapat sorotan khususn.
“Saya mendapat informasi bahwa dari 1,8 juta ruang kelas hanya 466 ribu dalam kondisi yang baik. Dari 212 ribu sekolah ada 100 ribu sekolah yang belum memiliki peralatan pendidikan,” sesal Jokowi.
Lain halnya dengan sektor kesehatan, Jokowi merasa senang karena untuk alokasi dana 95 persen distribusi KIS dianggap tepat sasaran.
“Saya juga minta paradigma program kesehatan jangan berorientasi pada kuratif tapi atau mengobati yang sakit saja, tapi juga lakukanlah edukasi dan pembudayaan hidup sehat dalam masyarakat kita,” tutup Jokowi.
Penulis Nina
Posting Komentar