
Berita Metropolitan – Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengkritik
calon petahana Basuki T Purnama (Ahok) soal ketidakmampuannya
menyelesaikan permasalahan ekonomi. Sandiaga menjanjikan beberapa
perbaikan di bidang ekonomi jika terpilih.
“Visi tersebut
dilandasi untuk menyerap aspirasi rakyat yang menginginkan perubahan.
Itu yang kami rasakan menjadi landasan utama dan dalam lima bulan ke
depan kita sudah susun program kerja. Untuk lapangan pekerjaan lebih
dari 10 bulan saya mempelajari Jakarta, saya sudah tahu apa yang harus
saya lakukan,” kata Sandiaga saat berbincang, Rabu (5/10/2016).
“Isu
ekonomi tetap jadi isu utamanya, misalnya, kita akan buat pusat-pusat
kewirausahaan di setiap kecamatan, kemudian pelatihan untuk membangun
aset permodalan, kepastian tempat usaha, iklim usaha yang lebih
kondusif. Kita juga akan targetkan bisa menyerap 200.000 tenaga kerja,”
imbuhnya.
Dari segi harga bahan pokok, Sandiaga dan pasangannya
Anies Baswedan akan fokus menghadirkan distribusi yang lebih
berkeadilan. Hal ini untuk membuat rantai distribusi bahan pokok menjadi
lebih sederhana.
“Kemudian untuk kepastian daripada bahan pokok,
kita akan bekerja sama dengan BUMD-BUMD, kemudian menggunakan kemitraan
usaha dengan Pemerintah untuk memastikan kehadiran bahan pokok,”
bebernya.
Untuk peningkatan lapangan pekerjaan, Sandiaga juga
menjanjikan peningkatan jumlah pasukan oranye. Ia juga mewacanakan soal
program peningkatan kesejahteraan mereka.
“Kami menyasar kepada
pasukan oranye akan kami tingkatkan jumlahnya dan kita tingkatkan
kesejahteraannya. Jadi kita berikan mereka pelatihan, kami kasih
permodalan karena kami ingin mereka naik kelas dari pasukan oranye
kepada pengusaha yang bisa mengelola sampah,” ungkapnya.
“Jadi
kami akan meminta bantuan juga dengan komunitas pengurai sampah di Ibu
Kota, kemudian kita juga minta mereka fokus dalam dunia pengolahan
sampah menjadi energi,” ungkapnya.
Untuk merealisasikan program
peningkatan kesejahteraan pasukan oranye, Sandi menyebut Pemprov DKI
akan bekerja sama dengan perbankan.
“Kita akan gunakan sistem
kemitraan dengan dunia usaha dan perbankan juga dengan dana yang hadir
dari non perbankan. Itu akan kami lakukan, kami akan keroyok masalah
pendanaan supaya tidak ada yang mengeluh tidak bisa mengakses
permodalan,” tutup dia.(detik.com)
Posting Komentar